Efek Jangka Panjang Penggunaan Sabu

Sabu adalah obat sangat adiktif yang dapat menimbulkan efek jangka panjang terhadap kesehatan Anda. Meski berbahaya, banyak orang yang terus menggunakan sabu karena tingginya kadar yang dihasilkannya.

Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan sabu dapat menyebabkan penurunan berat badan, kerusakan gigi, dan luka pada kulit. Penggunaan sabu juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan mental seperti paranoia, gangguan kecemasan, dan episode psikotik.

Itu sebabnya jika Anda atau seseorang yang berjuang melawan kecanduan sabu, penting untuk mencari bantuan sekarang juga. Dukungan pengobatan dan perawatan setelahnya memungkinkan pemulihan dari kecanduan sabu dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental Anda.

Apa Saja Efek Jangka Panjang Penggunaan Sabu?

Sabu dapat mempengaruhi orang secara berbeda, namun beberapa efek jangka panjang paling umum yang terkait dengan obat ini meliputi:

Masalah Kardiovaskular

Penggunaan sabu dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan jantung yang serius. Obat tersebut meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang dapat membebani jantung dan menyebabkan aritmia atau detak jantung tidak teratur.

Selain itu, penggunaan sabu bisa menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung dan stroke.

Kesehatan Gigi yang Buruk

Penggunaan sabu secara berulang-ulang dapat menyebabkan gigi menjadi rapuh dan rusak. Obat ini mengurangi produksi air liur, maka mengurangi jumlah air liur yang tersedia untuk melindungi gigi dari kerusakan, sehingga meningkatkan resiko gigi berlubang.

Sabu juga merusak enamel gigi sehingga lebih rentan terhadap pembusukan. Selain itu, pengguna sabu sering menggemeretakkan gigi sehingga dapat menyebabkan kerusakan. Seiring waktu, efek ini bisa menyebabkan masalah serius seperti penyakit gusi dan gigi tanggal.

Penuaan Dini

Bukan rahasia lagi jika penyalahgunaan narkoba bisa menyebabkan penuaan dini. Sabu, khususnya, terkenal menyebabkan penggunanya cepat menua. Pecandu sabu sering kali memiliki pola makan yang buruk dan mungkin kurang tidur atau berolahraga, sehingga menyebabkan penurunan kesehatan fisik secara umum.

Selain itu, sabu menyebabkan peningkatan tingkat stres dan kecemasan, yang selanjutnya dapat merusak tubuh. Dan karena sabu menekan sistem kekebalan tubuh, penggunanya lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.

Seiring waktu, faktor-faktor ini mempengaruhi penampilan pengguna, menyebabkan mereka terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Meskipun hal ini tampak seperti konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari penyalahgunaan sabu, penting untuk diingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan bantuan.

Paranoid

Meskipun paranoid sering dikaitkan dengan penyakit mental, paranoia juga bisa menjadi efek samping penggunaan narkoba. Pengguna sabu mungkin menjadi paranoid terhadap orang-orang di sekitar mereka, percaya bahwa orang lain berusaha untuk menangkap mereka.

Mereka mungkin juga menjadi paranoid terhadap pemerintah, berpikir bahwa pejabat memantau setiap tindakan mereka. Pemikiran paranoid bisa sangat melumpuhkan, sehingga menyulitkan orang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam kasus yang ekstrim, paranoid dapat menyebabkan halusinasi dan delusi.

Peningkatan Resiko Penyakit Kronis

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sabu dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru. Selain itu, penyalahgunaan sabu dapat merusak hati, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh.

Penggunaan sabu dapat menyebabkan peradangan kronis, yang merupakan faktor resiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, stroke, dan kanker. Peradangan kronis telah dikaitkan dengan hampir semua penyakit kronis yang diketahui. Walaupun resiko ini serius, penting untuk diingat bahwa pemulihan mungkin terjadi.

Untuk menemukan program rehabilitasi yang baik untuk Anda dan orang yang dicintai, maka bisa menghubungi Pusat Rehabilitasi Narkoba Ashefa Griya Pusaka untuk membuat rencana tindakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *